globe

globe

test

Advertisements

“desain” kaos

kenapa desain dikasi kutip? soalnya makna desain  buat gw masih abstrak. juga ga bisa dibilang desain/desainer sejati.

post kali ini menceritakan pengalaman design kaos sampai masuk ke tempat percetakan sekalian kejar setoran  (da lama ga ngepost)

history-nya gw pernah bikin desain kaos 4 kali.. jadi tiap kaos ceritanya berbeda-beda. tapi konsepnya sama.

mewujudkan kaos komunitas tanpa ada wujud narsisme, global, tidak menunjuk jelas pada satu hal.

langsung aja tanpa basa- basi.

desain ke 1.

yang pertama pernah gw desain itu kaos smc. komunitas dikampus. kebetulan sebelum ada ide bikin kaos ini, gw da sempet nyoba-nyoba bikin logonya. tema logonya itu “looks like glow in the dark”. jadi walaupun bermotif seperti itu tapi tanpa ada unsur2 bahan fosfor. tapi ada kesan glowingnya diatas warna hitam. kalo mo dihubungkan dengan sok-sok makna dibalik disain. bisa dibilang harapannya walaupun tak bermodal (tanpa fosfor) tapi bisa terlihat dibalik gelap (hitam). untuk tulisan simplicity. gw cuma nyari-nyari kata yang mengandung huruf s, m, dan c.

kebetulan ditulisan simplicity ada, dan artinya juga cocok. sederhana… :D.. pemilihan font mencari motif yang modern. jadi walaupun sederhana tapi modern. *maksa walo kebetulan* intinya seh yang cozy dimata, gak norak.

kaos warna hitam?.. kalo itu mudah. cuma habit di lingkup sana. trus tradisinya ma dedengkotnya bernaluri kaos hitam. kalo mo dihubungkan dengan anak musik? gw ga setuju. cuma orang aneh aja yang melambangkan pake kaos hitam berarti rocker atau pemain musik.

kaos ini dicetak di inteeshirt.com , tadinya tulisan simplicity mo dibikin motif sablon beludru. cuma kayaknya ada misscomm jadinya batal.

keseluruhan disain dirancang pake sotosop. walaupun vendor ini minta dalam bentuk  corel, tapi nerima juga .psd, lebihnya lagi dsana ada desainer yang konversi ke corel kayaknya.

desain ke 2.

yang ini versi hobi turing di jurusan gw. kebetulan ni dirancang buru2 karena sebagian anggotanya da lulus dan mau pulang kampung. jadi kaosnya gw anggap desain raw. gambar desainnya sebenernya foto gw ma temen gw yang lagi naik motor supra. tapi kalo gw bikin jelas-jelas pasti banyak oknum yang protes berat. maka gw bikin faceless pake efek threshold dan kepalanya di skew sampe besar dominan dari gambar utama. trus gambar motornya diskew supaya ga menyerupai supra – malah kayak skuter.

tulisan marcofellow dipasang dibawah gambar supaya gak keliatan aneh kalo cuma gambar doang. warna dibuat sedemikian rupa agar dominan aja. maksudnya menonjolkan tulisan marco dan fellow. soal font – ini kesalahan gw. kalo mo bikin alibi , gw bilang ini kenangan bikin skripsi :P.

tulisan marco dipunggung? sekedar sensansi dan trademark. warna putih? murah daripada berwarna. lagipula banyaknya komunitas kalo bersuara malah pasti banyak berdebat. jadi putih yang bisa bikin orang2 diem (walopun ada yg komen gampang kotor dll)

kenapa desainnya itu? merefleksikan turing aj.. basis dari marcofellow.

marcofellow? yap.. dari pada marcopolo atau marcofollow.. kalo marcofellow kayakny maknanya pengikut/ bisa dibilang anggota kayak fellowship of the ring gitu.., marcopolo? merk rokok/hotel, marcofollow? kykny artinya mengikuti deh..

desain ke 3.yang ini kayak cabangnya marcofellow yang disinyalir berhobi fotografi.. ada tiga monyet yang males gw sebut namanya jadi motif desain kali ini.

tiga pose monyet jongkok yang sedang foto dengan variasi sudut. dibuat threshold, menggantikan huruf O ditulisan marcophoto.

nah desain yang ini pake slogan.. we ride we hunt.. bisa disamakan dengan fotografi outdoor. atau juga, sambil turing, bisa hunting juga.

font dibuat sedemikian hingga supaya…. ga ada alasan lain, gw bikin variasi trus di vote.. sepakat disitu ya sudah.. padahal sempet nawarin font yang modelnya kayak font koran-koran jadul. biar berkesan fotografer jurnalistik.. padahal fotografer sebagian itu jurnalis bergambar..

kenapa desainnya seperti itu? menghilangkan kesan narsisme photografer ((rata-rata kaos fotografer menampangkan gambar kamera, yang malah berkesan kerja dipabrik kamera, kalo lagi pake kamera, kesannya narsis, slogan-slogan fotografi ( one shot one kill dst) itu cuma dimengerti oleh kaumnya sendiri)), kalo desain gw tulisan mendatangkan kesan orang yang suka difoto-memfoto (misalnya marco yang suka foto= maknanya luaskan), juga buat tampil sederhana saja. jadi walaupun latar belakangnya fotografi.. tapi menurut gw ga harus fotografer yang punya.

trademark marcofellow pasti muncul dipunggung. warna orange..? faktor alpharian? harusnya gw pake biru seh.. tp maybe someday..

latest designyang terakhir.. marcojunker. edisi ketiga marcofellow. desain yang amat sederhana. hanya permainan font, ukuran, ganti huruf O jadi gambar tempat sampah. sesuai temanya.. rancangan aslinya eksperimen warna kaos. jatuhnya diwarna abu-abu tua dan maroon. kata junk didedikasikan untuk glow in the dark.

kenapa desainnya seperti itu? hmm.. kayaknya cuma mo mendominasikan kata-katanya. sedangkan junk sendiri abstrak.. jadi kecenderungan maen di font.. Seperti biasa.. trademark dipunggung. berhubung saat desain kaos ini banyak yang ngedikte. maka desain gw bikin raw.. tp desainnya malah diaprove.. no action junk only.. kata aslinya no action talk only.. jadi makna katanya yang lebih parah dari ngomong doang (talk). marcojunker? hobi milis.. kalo mo dimaknai lebih lanjut malah takut salah persepsi.

desain yang perfect kayaknya jarang kalo buat komunitas.semakin banyak isi komunitas semakin banyak otak yang seliweran. banyak demo, pro dan kontra. jadi gw ngerancang desain yang ga perfect dari sisi gw, tapi ga perfect juga disisi komunitasnya. ya intinya mempertemukan ide. resiko demokratisasi.

Design, warna, motif, bahan, tipe kaos,.. jadi kepikiran.. susah juga ya bikin kaos..

gw ngedesain? ya buat hobi aja.. kapan lagi karya sendiri dipake banyak orang.. 😛

bandung, angkot edition

apa yang mau gw angkat dipostingan ini adalah ke-“mudah”an naik angkot dan “murah”nya ke beberapa lokasi wisata.

1. ke Bandung dari bekasi timur. mudah-gampang-susah aja. berangkat jam 6 pagi. berharap dapat bis yang ga via purwakarta. sampai jam 9. lalu menelusuri jalan leuwi panjang sambil memberi pertolongan orang kecelakaan yang “fresh from the oven”. some stupid bertanya “kok lu kasi minum yud (ke korban)?” . gw juga ga bisa menjawab pertanyaan ini. menurut gw seh berdasarkan pengalaman gw sebagai korban kecelakaan ya dikasi minum juga. mungkin karena ‘deg-deg’an dan shock jadi bisa lumayan tenang setelah minum. kalo versi gw kemarin gw kasih minum fres tea. 😛

2. ke Ciwidey dari Leuwi Panjang. ada joke garing jadi kepikiran gara-gara some stupid ask me again. “selain terminal leuwi panjang ada terminal apa lagi?” , “leuwi pendek” jawab gw enteng. tarif bis ini seharga 6000 perorang. yang bisa gw keluhkan dari perjalanan ini adalah macet jalanan sempit. untuk ukuran kawasan wisata yang dikunjungi oleh banyak turis domestik maupun turis mancanegara.

3. ke Kawah Putih dari Ciwidey. angkot yang satu unik juga. mendadak menaikkan harga dari 7000 ke 15000 karena ada turis asing naik angkot ini. turis yang satu ini punya kebiasaan yang unik. ga nutup zippernya.

4. di Kawah Putih. harga masuknya 10.000 perorang. belum menuju kawahnya. masih dibawah sudah ditarik retribusi. menuju kawah, ada dua alternatif. jalan kaki menanjak sepanjang 3 km atau naik mobil fasilitas (tapi bayar) sekitar 100.000 permobil atau bisa dibagi sesuai jumlah penumpangnya. beruntung ada turis domestik yang bertiga juga ingin menuju kawah, mari kita menyebut mereka tiga pengembara. berbagi biaya angkutan menuju kawah.

di Kawah Putih, cuaca kurang mendukung. bahkan sama sekali tidak mendukung. hujan gerimis mengundang. ditambah angin membuat suhu di kawah putih sangat dingin.

satu hal yang perlu dikeluhkan adalah ongkos retribusi kurang sepadan dengan perawatan dan fasilitas dilokasi kawah putih. dari segi prasarana dan sarana jalan, jalan kendaraan rusak dan kurang dikelola. sehingga para wisatawan bermobil kadang kerepotan dengan kondisi jalan ini seperti mobil yang tidak kuat menanjak karena khawatir dengan keadaan jalan. sehingga berakibat macet. hal inipun berlaku untuk jalan umum dari ciwidey menuju kawah putih. jalanan yang sempit mengakibatkan jalanan macet apabila terdapat mobil yang bermasalah saat dijalan. terlebih macet saat liburan. gw mendapatkan cerita dari seorang penjaga di kawah putih. ada keluarga dari Banten, berangkat dari Bandung saat pagi. baru mencapai kawasan Kawah Putih sekitar jam 5 sore. dan kawasan Kawah Putih sudah tutup untuk pengunjung. sungguh naas nasib keluarga tersebut.

tree2_kp

5. ke Ciwidey dari Kawah Putih. menggunakan tarif normal.7000 perorang.

6. ke Leuwi Panjang dari Ciwidey. menggunakan L300 dikarenakan bis yang menuju Leuwi Panjang saat sore sudah tidak beroperasi. tiba di Leuwi Panjang sekitar jam 7. ditawarkan menginap bareng 3 pengembara. namun apa daya. niat tersirat kendaraan tersesak. wkwkwk. hanya ucapan terimakasih  yang bisa kami berikan kepada 3 pengembara.

7. menuju BIP. ada pepatah “malu bertanya, sesat dijalan”. versi kali ini adalah ” tidak malu bertanya, tetap sesat dijalan”. maka kali ini gw modif pepatah lama itu. “malu bertanya, sesat dijalan, tapi pintar-pintarlah bertanya, kalo bisa bawa peta”. dikarenakan pertanyaan sederhana kami disarankan untuk naik angkutan kijang biru dengan trayek margahayu – ledeng. namun jam 8 sampai jam 9 menanti, angkot tak kunjung datang. penantian angkot berakhir dengan naik angkutan menuju gazibu. naas, dengan iming-iming dari gazibu kita bisa berjalan menuju BIP. kenyataannya kita berjalan jauh. cukup jauh.

8. hari imlek. tanpa arah awalnya. memilih makan dikawasan dago. bubur ayam yang tampaknya cukup terkenal. walaupun kami merasa aneh dengan bubur ayam ini. bubur tanpa kuah. akhirnya setelah makan kita memutuskan untuk ke Lembang.

9. menuju Lembang. cukup mudah. dengan petuah dari salah satu dedengkot bubur tanpa kuah ini. kami diarahkan untuk menaiki angkot yang menuju Ledeng.tarifnya 3000 perorang

10. dari Ledeng menuju ke Lembang. cukup mudah juga. setibanya di terminal Lembang. tersedia angkot yang hobinya ngetem. siap diisi 3 penumpang untuk berangkat.tarifnya 3000 perorang

11. dari Lembang ke Tangkuban Perahu. setibanya di Lembang. beberapa angkot dengan tidak sopannya menawarkan kami angkutan menuju tangkuban perahu. namun kami tidak luluh dengan iming-iming itu. kami bingung. untungnya ada aan dengan bakat ngerumpi dipasar bertanya dengan ibu-ibu. akhirnya kita luluh dengan penawaran 100.000 PP untuk kami bertiga.

12.Tangkuban Perahu.

gunung tidak bisa habis dijelajahi hanya 2 jam saja.

13. end of the journey. singkatnya. lelah menuju jakarta. dari Lembang menuju Ledeng menaiki jurusan Lembang – ST Hall 3000 perorang. namun tetap saja turun di Ledeng. setibanya menaiki DAMRI menuju Leuwi Panjang (3000 perorang). sesampainya di Leuwi Panjang sekitar jam 7 malam. Koje langsung menaiki bis menuju Bekasi Timur. sedangkan gw dengan santainya menemani aan naik bis menuju MERAK. hal yang menegangkan di bis ini, gw membayar dan memberitahukan kalo gw turun di Jatibening, kemudian kondektur menyahut ” ga berhenti di Jatibening, berhentinya di Slipi”. hampir saja gw bernasib naas. namun setelah dikompromikan antara sopir dan kondektur. ternyata gw bisa turun di Jatibening sekitar jam 10 malam.

pesan dan kesan yang bisa disampaikan adalah:

tangkuban perahu dan kawah putih memang kawasan yang worth enough untuk ditempuh jauh-jauh dari jakarta dan gunakan kendaraan pribadi untuk menuju kawasan wisata tersebut.

additional information

peta menuju tangkuban perahu

map-tangkuban

peta menuju kawah putih

kawahputih-map