apa yang mau gw angkat dipostingan ini adalah ke-”mudah”an naik angkot dan “murah”nya ke beberapa lokasi wisata.
1. ke Bandung dari bekasi timur. mudah-gampang-susah aja. berangkat jam 6 pagi. berharap dapat bis yang ga via purwakarta. sampai jam 9. lalu menelusuri jalan leuwi panjang sambil memberi pertolongan orang kecelakaan yang “fresh from the oven”. some stupid bertanya “kok lu kasi minum yud (ke korban)?” . gw juga ga bisa menjawab pertanyaan ini. menurut gw seh berdasarkan pengalaman gw sebagai korban kecelakaan ya dikasi minum juga. mungkin karena ‘deg-deg’an dan shock jadi bisa lumayan tenang setelah minum. kalo versi gw kemarin gw kasih minum fres tea.
2. ke Ciwidey dari Leuwi Panjang. ada joke garing jadi kepikiran gara-gara some stupid ask me again. “selain terminal leuwi panjang ada terminal apa lagi?” , “leuwi pendek” jawab gw enteng. tarif bis ini seharga 6000 perorang. yang bisa gw keluhkan dari perjalanan ini adalah macet jalanan sempit. untuk ukuran kawasan wisata yang dikunjungi oleh banyak turis domestik maupun turis mancanegara.
3. ke Kawah Putih dari Ciwidey. angkot yang satu unik juga. mendadak menaikkan harga dari 7000 ke 15000 karena ada turis asing naik angkot ini. turis yang satu ini punya kebiasaan yang unik. ga nutup zippernya.
4. di Kawah Putih. harga masuknya 10.000 perorang. belum menuju kawahnya. masih dibawah sudah ditarik retribusi. menuju kawah, ada dua alternatif. jalan kaki menanjak sepanjang 3 km atau naik mobil fasilitas (tapi bayar) sekitar 100.000 permobil atau bisa dibagi sesuai jumlah penumpangnya. beruntung ada turis domestik yang bertiga juga ingin menuju kawah, mari kita menyebut mereka tiga pengembara. berbagi biaya angkutan menuju kawah.
di Kawah Putih, cuaca kurang mendukung. bahkan sama sekali tidak mendukung. hujan gerimis mengundang. ditambah angin membuat suhu di kawah putih sangat dingin.
satu hal yang perlu dikeluhkan adalah ongkos retribusi kurang sepadan dengan perawatan dan fasilitas dilokasi kawah putih. dari segi prasarana dan sarana jalan, jalan kendaraan rusak dan kurang dikelola. sehingga para wisatawan bermobil kadang kerepotan dengan kondisi jalan ini seperti mobil yang tidak kuat menanjak karena khawatir dengan keadaan jalan. sehingga berakibat macet. hal inipun berlaku untuk jalan umum dari ciwidey menuju kawah putih. jalanan yang sempit mengakibatkan jalanan macet apabila terdapat mobil yang bermasalah saat dijalan. terlebih macet saat liburan. gw mendapatkan cerita dari seorang penjaga di kawah putih. ada keluarga dari Banten, berangkat dari Bandung saat pagi. baru mencapai kawasan Kawah Putih sekitar jam 5 sore. dan kawasan Kawah Putih sudah tutup untuk pengunjung. sungguh naas nasib keluarga tersebut.

5. ke Ciwidey dari Kawah Putih. menggunakan tarif normal.7000 perorang.
6. ke Leuwi Panjang dari Ciwidey. menggunakan L300 dikarenakan bis yang menuju Leuwi Panjang saat sore sudah tidak beroperasi. tiba di Leuwi Panjang sekitar jam 7. ditawarkan menginap bareng 3 pengembara. namun apa daya. niat tersirat kendaraan tersesak. wkwkwk. hanya ucapan terimakasih yang bisa kami berikan kepada 3 pengembara.
7. menuju BIP. ada pepatah “malu bertanya, sesat dijalan”. versi kali ini adalah ” tidak malu bertanya, tetap sesat dijalan”. maka kali ini gw modif pepatah lama itu. “malu bertanya, sesat dijalan, tapi pintar-pintarlah bertanya, kalo bisa bawa peta”. dikarenakan pertanyaan sederhana kami disarankan untuk naik angkutan kijang biru dengan trayek margahayu – ledeng. namun jam 8 sampai jam 9 menanti, angkot tak kunjung datang. penantian angkot berakhir dengan naik angkutan menuju gazibu. naas, dengan iming-iming dari gazibu kita bisa berjalan menuju BIP. kenyataannya kita berjalan jauh. cukup jauh.
8. hari imlek. tanpa arah awalnya. memilih makan dikawasan dago. bubur ayam yang tampaknya cukup terkenal. walaupun kami merasa aneh dengan bubur ayam ini. bubur tanpa kuah. akhirnya setelah makan kita memutuskan untuk ke Lembang.
9. menuju Lembang. cukup mudah. dengan petuah dari salah satu dedengkot bubur tanpa kuah ini. kami diarahkan untuk menaiki angkot yang menuju Ledeng.tarifnya 3000 perorang
10. dari Ledeng menuju ke Lembang. cukup mudah juga. setibanya di terminal Lembang. tersedia angkot yang hobinya ngetem. siap diisi 3 penumpang untuk berangkat.tarifnya 3000 perorang
11. dari Lembang ke Tangkuban Perahu. setibanya di Lembang. beberapa angkot dengan tidak sopannya menawarkan kami angkutan menuju tangkuban perahu. namun kami tidak luluh dengan iming-iming itu. kami bingung. untungnya ada aan dengan bakat ngerumpi dipasar bertanya dengan ibu-ibu. akhirnya kita luluh dengan penawaran 100.000 PP untuk kami bertiga.
12.Tangkuban Perahu.
gunung tidak bisa habis dijelajahi hanya 2 jam saja.
13. end of the journey. singkatnya. lelah menuju jakarta. dari Lembang menuju Ledeng menaiki jurusan Lembang – ST Hall 3000 perorang. namun tetap saja turun di Ledeng. setibanya menaiki DAMRI menuju Leuwi Panjang (3000 perorang). sesampainya di Leuwi Panjang sekitar jam 7 malam. Koje langsung menaiki bis menuju Bekasi Timur. sedangkan gw dengan santainya menemani aan naik bis menuju MERAK. hal yang menegangkan di bis ini, gw membayar dan memberitahukan kalo gw turun di Jatibening, kemudian kondektur menyahut ” ga berhenti di Jatibening, berhentinya di Slipi”. hampir saja gw bernasib naas. namun setelah dikompromikan antara sopir dan kondektur. ternyata gw bisa turun di Jatibening sekitar jam 10 malam.
pesan dan kesan yang bisa disampaikan adalah:
tangkuban perahu dan kawah putih memang kawasan yang worth enough untuk ditempuh jauh-jauh dari jakarta dan gunakan kendaraan pribadi untuk menuju kawasan wisata tersebut.
additional information
peta menuju tangkuban perahu

peta menuju kawah putih
